SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
1.
Nama : ………………………………………………………………..
Tempat, Tgl Lahir : ………………………………………………………………..
Pekerjaan :
………………………………………………………………..
Alamat :
………………………………………………………………..
………………………………………………………………..
Nomor KTP/SIM : ………………………………………………………………..
Dalam hal ini
bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut sebagai
Pihak Pertama.
2.
Nama : ………………………………………………………………..
Tempat, Tgl Lahir : ………………………………………………………………..
Pekerjaan :
………………………………………………………………..
Alamat :
………………………………………………………………..
………………………………………………………………..
Nomor KTP/SIM : ………………………………………………………………..
Dalam hal ini
bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut sebagai
Pihak Kedua.
Para pihak menerangkan terlebih dahulu: …………………………..…………………………..…
1.
Bahwa PIHAK PERTAMA adalah
yang paling berhak penuh dan pemilik sah sebidang tanah Hak Milik yang
diuraikan dalam nomor sertifikat tanah (……………………………..……), yang
terletak di alamat lengkap (………………………..……………………………..…………………………..……………………………..……………………………..……………………………..……………………………),
dan diuraikan lebih lanjut dalam nomor gambar situasi (………………………..…….……),
seluas (……)………………………..……………………………..……meter
persegi, dengan batas-batas:
·
Utara
: ………………………..……………………………..…….
·
Selatan
: ………………………..…………………………..……….
·
Barat
: ………………………..…………………………..……….
·
Timur : ………………………..…………………………..……….
Dan untuk selanjutnya disebut TANAH.
2.
Bahwa PIHAK PERTAMA
akan menyewakan TANAH tersebut di atas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK
KEDUA benar-benar telah menyatakan persetujuannya untuk menyewa TANAH
dari PIHAK PERTAMA.
3. Bahwa para pihak menerangkan, bahwa PIHAK
PERTAMA dengan ini menyewakan kepada PIHAK KEDUA, yang dengan ini
menyewa TANAH dariPIHAK PERTAMA, yang ditanda tangani oleh kedua
belah pihak dengan materei cukup serta dilampirkan dalam perjanjian ini.
4. Selanjutnya para pihak menerangkan bahwa
sewa-menyewa TANAH ini dilangsungkan dan diterima dengan syarat-syarat
ketentuan-ketentuan yang diatur dalam 13 (tiga belas) pasal,
seperti berikut di bawah ini :
Pasal 1
JANGKA WAKTU
1.
Sewa-menyewa ini dilangsungkan
dan diterima untuk jangka waktu (………)……………..…………………………………terhitung
sejak tanggal / bulan / tahun (……………………………………………)
dan berakhir pada tanggal / bulan / tahun (……………………………………………).
2.
Setelah jangka waktu tersebut
berakhir dan PIHAK KEDUA bermaksud untuk memperpanjang, maka PIHAK
KEDUA harus memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA secara tertulis,
selambat-lambatnya (……)……………………………… bulan
sebelum berakhirnya perjanjian ini.
3.
Syarat-syarat serta
ketentuan-ketentuan perihal perpanjangan sewa tanah tersebut akan ditentukan
dalam surat perjanjian tersendiri.
Jual beli tanah tersebut dilakukan dan disetujui oleh
masing-masing pihak dengan harga per
meter persegi Rp ………………………………………….. ,00 atau jumlah uang terbilang (dalam huruf) ……………………………………………………………………………..............
Rupiah, sehingga keseluruhan
harga tanah tersebut adalah :
Rp …………………………………………..… ,00
atau jumlah uang terbilang (dalam huruf)
………………………………………………………………………………………............... Rupiah,
dan akan dibayarkan Pihak Kedua kepada
Pihak Pertama secara ( tunai / kredit ) selambat-lambatnya ……… ( ………………………………………………………… ) hari / minggu / bulan setelah
ditandatanganinya surat perjanjian ini.
Pasal 2
HARGA SEWA
1. Harga
sewa TANAH ditetapkan sebesar Rp………………………………………………,00 ……………………………………………………………………………………………
Rupiah)
per bulan / tahun atau Rp………………………………………………………………,00 ……………………………………………………………………………………………
Rupiah)
untuk keseluruhan jangka waktu sewa dan
uang tersebut akan diberikan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA
bersamaan dengan penandatanganan Surat Perjanjian ini sebagai tanda pelunasan
dari seluruh jumlah uang sewa termaksud.
2. PIHAK
PERTAMA akan memberikan tanda bukti
penerimaan tersendiri kepada PIHAK KEDUA.
3. PIHAK
PERTAMA dalam masa sewa-menyewa ini
sama sekali tidak diperbolehkan mengambil uang sewa tambahan lagi dari PIHAK
KEDUA dengan mengemukakan dalih atau alasan apapun juga.
Pasal 3
SERAH TERIMA TAHAN
1. Pada
saat perjanjian ini, PIHAK PERTAMA menyerahkan TANAH kepada PIHAK
KEDUA.
2. PIHAK
KEDUA menerima penyerahan TANAH
sesuai menurut kondisi nyata pada hari penyerahan tersebut.
3. Penyerahan
TANAH dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dituangkan
dalam suatu Berita Acara Serah Terima.
Pasal 4
PENGGUNAAN TANAH
1.
PIHAK KEDUA
berhak sepenuhnya untuk menggunakan TANAH yang disewanya dengan
perjanjian ini untuk ………………………………………………………………atas
tanggung jawab PIHAK KEDUA sendiri dan dengan memperhatikan serta
mentaati segala peraturan-peraturan hukum yang berlaku.
2. PIHAK
KEDUA tidak akan mempergunakan TANAH
untuk tujuan yang lain dari pada yang disepakati dalam perjanjian ini, kecuali
telah mendapat ijin tertulis dari PIHAK PERTAMA.
Pasal 5
PEMELIHARAAN TANAH
1.
PIHAK KEDUA
diwajibkan untuk memelihara TANAH yang disewanya dengan sebaik-baiknya
dengan ongkos atau biaya pemeliharaan PIHAK KEDUA sendiri.
2.
PIHAK PERTAMA akan
mengambil tindakan-tindakan pencegahan untuk menjaga keamanan dalam lingkungan
wilayah usaha PIHAK PERTAMA, namun PIHAK PERTAMA tidak
bertanggung jawab atas tindakan-tindakan PIHAK KETIGA yang dapat
menyebabkan kerugian pada PIHAK KEDUA.
Pasal 6
PENGALIHAN SEWA
Dalam masa berlakunya perjanjian ini, PIHAK KEDUA
tidak diperbolehkan untuk menyewakan kembali sebagian atau keseluruhan TANAH
yang disewanya kepada PIHAK KETIGA, kecuali jika mendapat ijin tertulis
dari PIHAK PERTAMA yang dituangkan dalam suatu perjanjian pengalihan
sewa menyewa TANAH.
Pasal 7
PAJAK,
IURAN, DAN PUNGUTAN
Segala
macam pajak, iuran, dan pungutan uang yang berhubungan dengan TANAH di
atas diberlakukan ketentuan sebagai berikut:
- Sejak sebelum hingga waktu ditandatanganinya perjanjian ini masih
menjadi kewajiban dan tanggung jawab PIHAK PERTAMA.
- Setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan seterusnya menjadi
kewajiban dan tanggung jawab PIHAK KEDUA.
- Perbuatan atau tindakan yang melanggar hukum yang dilakukan PIHAK
KEDUA sepenuhnya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA.
Pasal 8
KEWAJIBAN AHLI WARIS
Perjanjian ini tidak
berakhir karena salah satu pihak meninggal dunia, melainkan akan tetap bersifat
turun-temurun dan harus dipatuhi oleh para ahli waris atau penerima hak
masing-masing pihak.
Pasal 9
PELANGGARAN
ATAU KECURANGAN
Apabila
salah satu dari kedua belah pihak melakukan kecurangan atau melanggar serta
tidak mentaati perjanjian ini, maka diberlakukan peraturan sebagai berikut:
- Apabila PIHAK KEDUA melakukan
pelanggaran atau tidak mentaati perjanjian ini maka PIHAK PERTAMA
berhak untuk minta perjanjian ini dibatalkan.
- Apabila PIHAK PERTAMA melakukan
pelanggaran atau tidak mentaati perjanjian ini maka PIHAK PERTAMA
wajib memberikan atau membayar ganti rugi kepada PIHAK KEDUA.
Besarnya
ganti rugi tersebut ditetapkan oleh 3 (tiga) orang arbiter yang
terdiri dari:
- Seorang arbiter yang ditunjuk PIHAK PERTAMA,
- Seorang arbiter yang ditunjuk PIHAK KEDUA, dan
- Seorang yang ditunjuk arbiter dari PIHAK PERTAMA dan PIHAK
KEDUA.
Apabila
keputusan para arbiter tidak memuaskan kedua belah pihak, masing-masing pihak
bersepakat untuk membawa dan menyerahkan masalah tersebut kepada ………………………………………………………………………………………untuk
mengangkat 1 (satu) atau 2 (dua) orang arbiter baru guna melengkapi
arbiter-arbiter yang telah ada.
Pasal 10
PEMUTUSAN
PERJANJIAN OLEH PIHAK PERTAMA
PIHAK PERTAMA
berhak untuk memutuskan hubungan sewa menyewa berdasarkan perjanjian ini tanpa
pemberitahuan terlebih dahulu kepada PIHAK KEDUA dalam hal-hal berikut:
- Apabila PIHAK KEDUA
lalai membayar harga sewa, biaya perawatan, dan/atau tagihan lainnya yang
terhutang selama (……)………………………………bulan setelah pembayaran harga sewa dan / atau tagihan tersebut
jatuh tempo.
- Apabila kegiatan atau
usaha PIHAK KEDUA dihentikan untuk sementara berdasarkan penetapan
dari instansi yang berwenang, atau ijin usahanya dicabut oleh PIHAK
PERTAMA.
Pasal 11
PEMUTUSAN
PERJANJIAN OLEH PIHAK KEDUA
PIHAK KEDUA
berhak untuk memutuskan hubungan sewa menyewa berdasarkan perjanjian ini
sebelum berakhirnya jangka waktu sewa menyewa dengan syarat-syarat sebagai
berkut:
- PIHAK KEDUA memberitahukan secara tertulis perihal
keinginannya itu kepada PIHAK PERTAMA, sekurang-kurangnya (……)………………………………bulan sebelum
perjanjian ini putus. PIHAK PERTAMA akan memberikan jawaban secara
tertulis kepada PIHAK KEDUA perihal permintaan tersebut dengan
disertai dengan pemberitahuan hak-hak dan kewajiban-kewajiban lain yang
harus dipenuhi kedua belah pihak.
- PIHAK KEDUA tidak berhak menuntut pengembalian uang sewa
dan biaya perawatan yang telah diterima oleh PIHAK PERTAMA.
Pasal 12
PENYELESAIAN
PERSELISIHAN
1.
Hal-hal yang belum
tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara
kekeluargaan melalui jalan musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak.
2.
Apabila terjadi perselisihan
dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat,
kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya secara hukum dan kedua
belah pihak telah sepakat untuk memilih tempat tinggal yang umum dan tetap di ……………………………………………………………………………….
Pasal 13
PENUTUP
Surat perjanjan sewa – menyewa tanah ini dibuat rangkap 2 (dua) dan ditandatangani kedua belah pihak di ……………………………………… pada Hari ………………………… Tanggal ………………(…………………………..…) Bulan ……………………………. Tahun …………… ( …………………………..……………………….. ), dimana masing-masing pihak berada dalam keadaan sadar serta tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun juga.
PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA,
( …………….……………………….. ) ( …………….……………………….. )
Komentar
Posting Komentar